bukan bermaksud menganggap semua agama itu benar, tetapi menganggap semua agama baik kalau umatnya berlaku baik

Tidak jarang dijumpai adanya ungkapan dari para pemuka agama entah ustadz, kiai, atau yang lain sejenisnya tentang "semua agama itu baik". Dimana ungkapan/pernyataan tersebut tentu menghasilkan opini baik pro maupun kontra dalam pandangan masyarakat. Dari yang berpendapat "kalau semua agama itu baik, lantas boleh donk kita memeluk agama apapun toh semua juga baik. Sama saja. Apa bedanya?". Ada pula yang malah "lha kalau semuanya baik, sah-sah saja hari ini kita memeluk agama A, besoknya lagi ganti B, C, D dan seterusnya".

Ya, sebuah pemikiran yang sempit memang. Dan hari ini saya menemukan jawaban yang pas setidaknya untuk saya pribadi. Ya namanya kita proses mencari tahu pasti ada yang benar dan ada pula yang kurang benar. Mungkin suatu saat juga bisa berubah atau mendapatkan gambaran yang lebih bagus lagi. Jawaban yang bagus tersebut saya jumpai dari tweet-nya @dolobwae yang tertuliskan : "Dolobisme tidak menganggap semua agama benar,, tapi menganggap semua agama baik kalau umatnya berlaku baik \m/".

berikut tangkapan layarnya :

url : https://twitter.com/dolobwae/statuses/425882643020800000

Nah, dari tweet-nya mas @dolobwae itu, sangat tergambarkan tentang maksud dari kenapa tidak sedikit para pemuka agama yang bilang kalau "semua agama itu baik". Yang perlu digaris bawahi ialah :
Bukannya mengganggap semua agama benar, tetapi menganggap semua agama baik kalau umatnya berlaku baik.

Cukup tercerahkan, sangat beda makna dari benar dan baik.
Soal kebenaran semua mengganggap apa yang dianutnya adalah suatu kebenaran. "bagimu agamamu, bagiku agamaku".

matur nuwun kang..!!

Berlangganan untuk menerima update email gratis:

0 Response to "bukan bermaksud menganggap semua agama itu benar, tetapi menganggap semua agama baik kalau umatnya berlaku baik"

Posting Komentar

Saran ataupun Kritik anda sangatlah berguna untuk perkembangan selanjutnya blog kami. Terima kasih telah berkunjung dan semoga anda suka.